Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalau berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
a. Dorongan Kodrat
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mampunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira dan sebagainya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarkat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini maka manusia mempunyai harapan.
b. Dorongan kebutuhan hidup
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakaketnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan itu adalah :
1. Kelangsungan hidup (survival)
2. Keamanan (safety)
3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai ( be loving and love)
4. Diakui lingkingan (status)
5. Perwujudan cita-cita (self actualization)
A. Kepercayaan
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
a. Kepercayaan pada diri sendiri
b. Kepercayaan kepada orang lain
c. Kepercayaan kepada pemerintah
d. Kepercayaan terhadap
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Juni 2010
Manusia Dan Tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusaia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
A. Macam-macam tanggung jawab
a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
d. Tanggung jawab terhadap bangsa/negara
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
B. Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
Pengabdian itu pada hakeketnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti menabdi kepada keluarga.
2. Pengorbanan
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama kawan.Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
A. Macam-macam tanggung jawab
a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
d. Tanggung jawab terhadap bangsa/negara
e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
B. Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
Pengabdian itu pada hakeketnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti menabdi kepada keluarga.
2. Pengorbanan
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama kawan.Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Manusia Dan Keadilan
A. Pengertan Keadilan
Pendapat tentang keadilan banyak sekali diungkapkan oleh toko-tokoh dunia terkenal diantaranya, Keadilan menurut Aristoteles, Keadilan oleh Plato, Menurut Socrates, Kong Hu Cu, dll. Sedangkan menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
B. Macam-Macam Keadilan
1. Kedailan Legal atau Keadilan Moral
2. Keadilan Distributif
3. Keadilan Komutatif
C. Kejujuran
Jujur berarti seorang bersih hatinya dari erbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Oleh karena iti jujur berarti juga harus menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melelui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak.
D. Kecurangan
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senag bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
E. Pemulihan Nama Baik
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu ada hakikatnya sesuai sengan kodrat manusia yaitu,
a. Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral
b. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
F. Pembalasan
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pendapat tentang keadilan banyak sekali diungkapkan oleh toko-tokoh dunia terkenal diantaranya, Keadilan menurut Aristoteles, Keadilan oleh Plato, Menurut Socrates, Kong Hu Cu, dll. Sedangkan menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
B. Macam-Macam Keadilan
1. Kedailan Legal atau Keadilan Moral
2. Keadilan Distributif
3. Keadilan Komutatif
C. Kejujuran
Jujur berarti seorang bersih hatinya dari erbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Oleh karena iti jujur berarti juga harus menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melelui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak.
D. Kecurangan
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senag bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
E. Pemulihan Nama Baik
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu ada hakikatnya sesuai sengan kodrat manusia yaitu,
a. Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral
b. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
F. Pembalasan
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Kamis, 03 Juni 2010
Manusia Dan Keindahan
A. Keindahan
Keindahan adalah selalu identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apa keindahan itu ?
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besa stetika”. Menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dalam kata “beautiful” dalam Bahasa Prancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “Bello”berasal dari kata Latin “Bellum”. Akar katanya adalah “Bonum’ yang berarti kebaikan, kemudian mengalami pengecilan menjadi “Bonellum” kemudian diperkecil lagi sehingga menjadi “Bellum”.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
Tujuan/alasan dari diciptakannya keindahan :
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan Zaman
3. Penderitaan Manusia
4. Keagungan tuhan
B. Renungan
Dalam merenung ada beberapa teori untuk menciptakan seni, diantaranya :
a. Teori Pengungkapan
b. Teori Metafisik
c. Teori Psikologis
C. Keserasian
Teori untuk mencapai suatu keserasian diantaranya :
a. Teori Obyektif dan Subyektif
b. Teori Perimbangan
Keindahan adalah selalu identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apa keindahan itu ?
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besa stetika”. Menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dalam kata “beautiful” dalam Bahasa Prancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “Bello”berasal dari kata Latin “Bellum”. Akar katanya adalah “Bonum’ yang berarti kebaikan, kemudian mengalami pengecilan menjadi “Bonellum” kemudian diperkecil lagi sehingga menjadi “Bellum”.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
Tujuan/alasan dari diciptakannya keindahan :
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan Zaman
3. Penderitaan Manusia
4. Keagungan tuhan
B. Renungan
Dalam merenung ada beberapa teori untuk menciptakan seni, diantaranya :
a. Teori Pengungkapan
b. Teori Metafisik
c. Teori Psikologis
C. Keserasian
Teori untuk mencapai suatu keserasian diantaranya :
a. Teori Obyektif dan Subyektif
b. Teori Perimbangan
Rabu, 14 April 2010
MANUSIA
Berbicara tentang manusia tentu banyak sekali definisinya tergantung dari apa dan dari segi atau aspek-aspeknya, disini saya hanya akan mendefinisikan beberapa pengertian dari manusia tersebut yaitu :
Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.
Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.
Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
Jumat, 09 April 2010
RANGKUMAN BAB 1 TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR
A. Pendahuluan
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya mata kuliah tersebut diharapkan agar lulusan perguruan tinggi dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan.
Latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya,negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan keanekaragaman budayanya.
2. Proses pembangunan yang sedan berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa perubahan pada nilai-nilai budaya.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan perubahan dari nilai-nilai budaya tersebut.
B. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Umum
Mata Kuliah Dasar Umum bertujuan agar sarjana tersebut memiliki kualifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa Pancasila
2. Takwa terhadap tuhan yang Maha Esa
3. Memiliki wawasan komprehensip dan pendekatan integral di dalam menghadapi masalah kehidupan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas.
C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya dasar adalah pengetahuan yang yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar termasuk termasuk kelompok pengetahuan Buadaya oleh karena itu untuk mengetahuinya pertama kita harus lebih dahulu mengetahui pengelompokkan pengetahuan tersebut. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Science )
2. Ilmu-ilmu sosial ( Social Science )
3. Pengetahuan Budaya ( the Humanities )
D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan dari adanya Ilmu budaya Dasar adalah :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka terhadap masalah budaya.
3. Mengusahakan kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang masing-masing.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Pokok bahasan yang dikembangkan dalam IBD tersebut :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan keindahan
3. Manusia dan penderitaan
4. Manusia dan keadilan
5. Manusia dan pandangan hidup
6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan Harapan
Ilmu budaya Dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan ilmu lainnya yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya mata kuliah tersebut diharapkan agar lulusan perguruan tinggi dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan.
Latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya,negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan keanekaragaman budayanya.
2. Proses pembangunan yang sedan berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa perubahan pada nilai-nilai budaya.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan perubahan dari nilai-nilai budaya tersebut.
B. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Umum
Mata Kuliah Dasar Umum bertujuan agar sarjana tersebut memiliki kualifikasi sebagai berikut :
1. Berjiwa Pancasila
2. Takwa terhadap tuhan yang Maha Esa
3. Memiliki wawasan komprehensip dan pendekatan integral di dalam menghadapi masalah kehidupan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas.
C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya dasar adalah pengetahuan yang yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar termasuk termasuk kelompok pengetahuan Buadaya oleh karena itu untuk mengetahuinya pertama kita harus lebih dahulu mengetahui pengelompokkan pengetahuan tersebut. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Science )
2. Ilmu-ilmu sosial ( Social Science )
3. Pengetahuan Budaya ( the Humanities )
D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan dari adanya Ilmu budaya Dasar adalah :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka terhadap masalah budaya.
3. Mengusahakan kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang masing-masing.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Pokok bahasan yang dikembangkan dalam IBD tersebut :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan keindahan
3. Manusia dan penderitaan
4. Manusia dan keadilan
5. Manusia dan pandangan hidup
6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan Harapan
Ilmu budaya Dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan ilmu lainnya yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
Jumat, 02 April 2010
CINTA BUDAYA DAERAH SENDIRI


Budaya adalah hasil cipta karsa manusia yang telah ada sejak zaman nenek moyang dulu. Budaya yang ada di Indonesia sangat beragam dan banyak. Kebudayaan yang ada di Indonesia mulai dari pakaian adat, ari-tarian daerah hingga kebiasaan atau adat yang unik di setiap daerah. Tetapi tidak semua orang Indonesia mengakui dan mempelajari kebudayaannya sendiri. Banyak dari mereka yang malah mengakui dan mempelajari dan bahkan membanggakan budaya Negara lain daripada budayanya sendiri. Akibatnya banyak budaya Indonesia yang malah di klaim dan di patenkan oleh Negara lain.
Disini saya akan memberitahukan kebudayaan yan berasal dari Tanah kelahiran saya yaitu budaya dari tanah Pasundan atau Sunda. Yang pertama adalah Tari JAIPONG .Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan. Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.
Kebudayan lain dari Jawa Barat yang diklaim Negara lain adalah Angklung, tapi dalam waktu dekat pemerintah akan mendafarkan angklung ke UNESCO sebagai warisan dunia seperti BATIK. Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.
Jenis-Jenis Angklung :
1. Angklung Kanekes
2. Angklung Dogdog Lojor
3. Angklung Gubrag
4. Angklung Badeng
Langganan:
Postingan (Atom)






